Rabu, 11 Maret 2015

MASALAH LION AIR

ANGGOTA KELOMPOK AKUNTANSI_3

ANGGELIN OKTARIANI       14101155110126
BELA ASTUTI                         14101155110128
DONA PERMATA SARI          14101155110130
MIRNA WATI                           14101155110143
SISCA WIRIANDARI              14101155110163
SUCI INDAH WAHYUNI        14101155110166

Pada tanggal 18 Februari lalu telah terjadi penundaan penerbangan oleh pihak Lion Air, karena jadwal penerbangan yang ribet, sehingga menyebabkan terjadinya penumpukan calon penumpang di bandara. Penundaan penerbangan itu lamanya mulai 1 hingga 3 jam, bahkan sampai berhari-hari.

Dalam kasus delay penerbangan oleh lion air, merupakan wujud konkrit buruknya manajemen penerbangan indonesia.

Penundaan penerbangan yang terjadi membuat calon penumpang kecewa, marah, dan mereka sangat banyak dirugikan mulai dari uang, waktu, tenaga, dan yang paling rugi adalah mereka yang mempunyai kepentingan bisnis dan pekerjaan yang mendesak. Walaupun seperti itu para calon penumpang tetap membeli tiket, karna harga tiket ujar salah seorang penumpang pesawat.


Direktorat jendral perhubungan udara,meminta revisi terkait keterlambatan penerbangan pada februari lalu, untuk melakukan pengujian untuk dianalisis lagi kelayakannya. jika tidak diserahkan maka tidak akan mendapat rute tambahan.

Akibat penundaan penerbangan calon penumpang mengamuk merusak kantor lion air, memblokir jalan di bandara hingga mengepung pesawat di terminal bandara 3.

Untuk menghindari hal buruk terjadi, akhirnya pihak lion air membatalkan seluruh penerbangan jumat (20/2) mulai pukul 17.00 WIB hingga 22.00


Terkait kisruh delay di Bandara Soekarno-Hatta, Lion Air mengakui ada lima hal yang menjadi penyebab yang membuat masalah ini berlarut-larut.

Direktur Umum Lion Air Edward Sirait memaparkan kelima hal tersebut antara lain foreign object debris (FOD) pada tiga pesawat Lion Air, telat aplikasi dokumen pengantian pesawat, lambannya pengambilan keputusan di lapangan, terbatasnya jam operasional bandara lain, dan pertimbangan aspek keselamatan.

Menurut Edward, ada tiga pesawat yang terkena FOD, dua di Jakarta dan satu di Semarang. “Itu kena FOD di luar dari jadwal perawatan,” ujarnya dalam konferensi pers siang ini di Jakarta, Senin (23/2)


Kesalahan manajemen yang terjadi dalam kasus itu:
1.  Manajemen perkantoran seharusnya ada pembagian pekerjaan yang tepat untuk bidang-bidangnya,dan seharusnya manajemen kantor harus cepat tanggap untuk menggatasi masalah ini, hingga kekecewaan penumpang bisa terhindari, dan tidak membuat buruk nama maskapai ini.

2.  Manajemen personalia kurang tegasnya dalam pengawasan, sehingga menyebabkan banyak kerugian baik bagi calon penumpang dan maskapai itu sendiri



Sumber: www.bisnis jakarta.com
               www.liputan6.com
              www.merdeka.com
              www.hukumonline.com
              www.news.detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar